Un-intelec habits : an introduction

October 11th, 2006 by edyguard

Kalo maksudnya adalah perilaku yang nggak ng-intelek, bahasa enggris-nya betul seperti itu kan? Berbahasa enggris bagi saya-mungkin juga bagi panjenengan juga-adalah sesuatu yang berat, karena mempertaruhkan harga diri : tidak ingin menunjukkan kebodohan. Hehe…

Kembali ke : judul.
Perilaku manusia, satu dengan yang lain berbeda-beda. Tergantung pada lingkungan, pendidikan, pola pikir dan orientasinya. Perilaku juga dapat digunakan sebagai sarana untuk mengukur ’tingkat intelektualitas’ seseorang, karena seseorang dengan pendidikan (baik formal, informal ataupun yang otodidak) yang baik, biasanya akan berpengaruh positif terhadap perilakunya.

Grusa-grusu, sembrono, tidak teliti, emosian, urakan, kurang memperhatikan adab, kaidah dan aturan adalah contoh-contoh umum dari sebuah perilaku yang un-intelec, atau kalo memakai bahasa ingsun : ora mriyayi.

Apakah un-intelec habits ini mempunyai korelasi yang erat dengan status sosial? Belum tentu juga. Banyak priyayi yang tindak-tanduknya ora mriyayi. Buang sampah sembarangan, makan dengan tangan kiri, menerobos lampu merah, ngemplang utang, main serobot istri orang……

Sebaliknya, banyak juga ’orang-orang lapis bawah’ yang perilakunya sangat mriyayi, dosisnya melebihi mereka yang bertahta. Contoh-contoh seperti ini lebih banyak kita temui di daerah yang bukan perkotaan, dimana rasa kesosialannya masih tinggi. Sebuah istilah yang mungkin cocok untuk hal ini : kearifan lokal.

Bagaimana dengan mereka yang ada di kota? Prosentase terbesar lapis bawah dari populasi sebuah kota biasanya adalah kaum urban. Datang dari desa mengadu nasib, tapi kalah. Jadilah mereka lontang-lantung di kota. Ibarat pisau bermata dua : bertahan di kota sekarat, pulang ke desa malu plus setengah sekarat. Dalam hal perilaku, histeria kebebasan kadang masih melekat. Yang dulunya ini-itu terikat aturan didalam keluarga dan masyarakat, kemudian pindah ke dunia yang memungkinkan untuk berbuat apapun tanpa ada sanksi, kecuali telah menjurus ke arah kriminal.

Dalam tulisan-tulisan yang akan datang-insyaAllah, kalo ada ide dan nggak males-akan ter-upload tulisan tulisan tentang un-intelec habits, yang kadang mungkin lebih menjurus ke arah ’stupid’.

Co-past

October 10th, 2006 by edyguard

Bagaimana nggak bikin turut berduka cita, jika ada blog kok ternyata isinya cuman hasil copy-paste dari tetangga.
Mangkanya, dalam mengisi blog ini, ingsun berusaha mengeluarken isi otak ingsun (maksudnya?) dalam bentuk tulisan yang terpublikasikan melalui blog.
Siapa tau, bagi panjenengan semua, ada manfaatya. Sukur-sukur kalo ada yang kemudian mendapatkan pencerahan……..